What's So Good About Meditation?
September 16, 2020![]() |
| Sang Pemilik Kekuatan, katanya 🙍 |
Beberapa
bulan terakhir, semenjak pandemi, pasti terjadi banyak sekali perubahan dalam
hidup terutama dalam kebiasaan beraktivitas sehari-hari. This happened to me
too. Sehari sebelum pengumuman social distancing dari pemerintah,
aku baru saja pulang dari tour beberapa kota selama kurang lebih dua
minggu dalam rangka ehm, bawa map-bawa map-cari pekerjaan. Jadi kebayang lah ya
sehectic apa biasanya hari-hariku, walaupun tetap bahagia sih, karena biasanya
kalau gabut malah uring-uringan hehe. Semenjak pandemi, jadi jarang ketemu
teman, atau orang baru. Segala proses rekruitmen dihold, bingung mau ngapain. Pada
saat itu, suntuk banget. Jadi sering berpikir negatif atas diri, semakin bingung
sama diri yang biasa dikenal. Bawaannya rungsing, pingin marah-marah terus.
Akhirnya
daripada makin parah, aku mulai cari cara gimana caranya biar pikiran bisa
lebih tenang. Mulai kepo-kepo sama meditasi, karena sering baca kalau meditasi memiliki
banyak sekali manfaat terutama untuk mengurangi rasa cemas dan memfokuskan diri
untuk hidup di masa kini saja, nggak mengembara ke masa lalu ataupun masa
depan. Memang dari dulu sebenarnya udah pingin buat nyoba, tapi masih takut karena
sebagai orang awam, takut kalau meditasi ini sistemnya mengosongkan pikiran-
yaa 11-12 sama semedi lah yaa. Akhirnya, karena memang aku sendiri belum tahu
yang sebenernya meditasi itu seperti apa, cari deh aplikasi yang memang
memfasilitasi fitur meditasi, tapi yang berdasarkan ilmu psikologi dengan
mindset kalau berdasarkan ilmu psikologi pasti ada dasar teorinya yang bisa
diuji secara saintifik. Berjumpalah aku dengan tiga aplikasi ini :
- Riliv
- Calm
c.
Klik Calm Meditasi untuk memulai meditasi menggunakan aplikasi Calm.
Awalnya, aku
menggunakan aplikasi Riliv untuk berkenalan. Kesan pertama adalah user
interfacenya menarik, jujur sebagai yang-katanya-milenial, semakin tertarik untuk
mencoba. Setelah mencoba, kok ada weird feeling gitu; weird yang negatif,
karena aku sempat merasa narrator meditasinya ini terlalu kaku dengan suara
yang diberat-beratkan.
Akhirnya,
aku pindah ke aplikasi kedua, Breethe. Breethe ini aplikasi yang disarankan
dari salah satu psikolog kesukaanku. Setelah mencoba satu sesi, kok ngerasa nyaman.
Naratornya lembut namun tidak kaku, jadi lebih bisa mendalami juga. Setelah
beberapa sesi, ternyata ada nih yang membuatku sedikit kurang nyaman. Aplikasi
ini hanya memfasilitasi beberapa sesi meditasi yang gratis dan menggunakan
bahasa Inggris, hehe jiwa pribumiku meronta-ronta.
Setelah
itu, dengan jiwa mudaku yang tidak pernah puas lol, aku pindah ke Calm. Calm
ini menarik karena sudah banyak penggunanya hehe. Sama seperti breethe, aku
kurang menemukan kenyamanan di Calm, dan akhirnya kembali lagi ke Riliv.
Semakin
menekuni Riliv, semakin jatuh cinta. Suara narrator yang seakan kaku, semakin
kesini semakin bisa aku tolerir. Setelah itu, meditasi sudah jadi bagian dari coping
mechanismku. Manfaat yang benar-benar nyampe di aku adalah aku jadi nggak
terlalu khawatir sama masa depan, dan lebih bisa mindful di setiap
aktivitas yang kulakukan. Emosi, cemas pun jadi semakin bisa untuk dikontrol. Aku
juga belajar sabar karena sesi meditasi bisa 10 menit HEHE.
Tapi
sebenarnya apa sih meditasi itu secara harfiah?
Meditasi
berasal dari bahasa Sansekerta, dari kata “Dhyana” yang berarti perhatian, atau
kontemplasi (merenung dengan perhatian penuh). Canter (dalam Sampaio, dkk, 2017)
menyatakan bahwa meditasi meliputi teknik mengatur pernapasan, pengulangan suara
atau melakukan observasi terhadap proses berpikir untuk memfokuskan perhatian serta
menghadirkan kesadaran diri dan ketenangan batin. Meditasi bertujuan untuk
melatih perhatian dan kesadaran. Meditasi berguna untuk membatasi individu
untuk reaktif terhadap pemikiran dan perasaan negatifnya yang seringkali
mengganggu dan mengalihkan perhatian individu.
What’s
good about meditation?
Banyak
penelitian yang sudah membuktikan bahwa meditasi dapat meningkatkan fokus,
mengurangi stress, dan memunculkan ketenangan dalam diri. Meditasi membantu
individu untuk dapat memahami dan menerima emosi negatif, terutama apabila meditasi
dilakukan dengan mempraktikkan mindfulness yang membuat individu memunculkan
kesadaran untuk fokus pada “here and now”.
Sistem
kerja meditasi bukanlah untuk menghilangkan pikiran dan perasaan negatif,
karena selagi kita berusaha untuk menghilangkan pikiran dan perasaan negatif
tersebut, pikiran dan perasaan tersebut malah semakin sering dirasakan oleh
individu. Meditasi hanya membantu untuk mengurangi keruwetan yang terjadi di benak
kita, sehingga kita seringkali kehilangan fokus untuk melakukan pekerjaan yang
seharusnya dilakukan. Penelitian mengatakan, 10 menit melakukan meditasi dapat
meningkatkan gelombang alfa di otak yang berkaitan dengan relaksasi, serta
menurunkan kecemasan dan depresi.
Meditasi
bekerja pada bagian otak yang mengatur sistem saraf otonom. Saraf otonom ini
bertugas untuk mengatur fungsi pencernaan dan peredaran darah, yang akan sangat
terpengaruh ketika kita mengalami stress berat. Efek meditasi juga dapat secara
efektif melawan penyakit jantung, nyeri, dan yang utama adalah meningkatkan
kemampuan individu untuk meregulasi emosi. Melakukan meditasi, juga dapat
menghindarkan diri dari pemikiran negatif yang sulit dikendalikan. Dalam meditasi,
individu diminta meluangkan waktu sendiri untuk refleksi sehingga tidak
bertindak secara impulsif.
Mitos
atau fakta?
Seperti
yang aku khawatirkan di awal mau mencoba meditasi, aku memiliki pemikiran bahwa
pada saat meditasi, kita harus mengosongkan pikiran agar dapat lebih tenang.
Tapi jelas ya, dari paragraf-paragraf diatas, dapat disimpulkan bahwa premis
ini salah ❌
Kenapa
mitos?
Hal
ini dikarenakan dalam meditasi, kita malah tidak diperbolehkan untuk
mengosongkan pikiran. Sebelumnya pun sudah dijelaskan bahwa ketika kita
berusaha menghilangkan pikiran dan perasaan negatif, pikiran dan perasaan tersebut
malah semakin muncul. Jadi, mengosongkan pikiran sendiri sebenarnya tidak mungkin
bisa dilakukan (I won’t talk about people who did semedi and stuffs,
because I don’t even have the knowledge about it). Sangat umum apabila dalam
meditasi, pikiran individu mengembara kemana-mana. Kuncinya adalah dengan
memperhatikan kemana pemikiran mengembara dan pelan-pelan membawa perhatian
individu kembali ke meditasi.
Mindfulness
meditasi juga tidak menggunakan mantra dan tidak menyerupai ibadah dari kaum
agama manapun, sehingga aman ya friend, insyaAllah tidak akan mengurangi
pahala, kecuali kalau kamu terus-terusan meditasi dari sore sampai shubuh, sampai-sampai
nggak sholat maghrib dan isya 🙅💆
🙏🙏🙏😇😇😇🙏🙏🙏
Overall, selama beberapa bulan ini menggunakan metode meditasi, terasa banget manfaatnya buatku. Mulai dari lebih bisa mindful dalam beraktivitas, lebih bisa mengontrol kecemasan dan irrational belief, serta lebih bisa meregulasi emosi-emosi negatif yang muncul. Kekurangannya sih kalau buatku cuma dua, butuh waktu kira-kira 10 menit untuk satu sesi (di Riliv), dan butuh waktu sendiri, karena memang aku sharing kamar dengan adik, dan punya keluarga yang iseng dan curiousnya tingkat tinggi, suka bikin senewen karena nggak punya space tersendiri buat meditasi. Jadi mungkin kekurangan yang kurasakan, bisa saja gak dirasakan orang lain. So, tak kenal maka tak sayang. Coba sekarang aja yuk, sayang?
Referensi.
- Sampaio CV, Lima MG, Ladeia AM. Meditation, Health and Scientific Investigations: Review of the Literature. J Relig Health. 2017;56(2):411-427. doi:10.1007/s10943-016-0211-1
- https://riliv.co/rilivstory/meditasi-dalam-islam/
- https://www.psychologytoday.com/intl/basics/meditation




0 comments