Menunggu Terang

November 24, 2019



Nggak apa-apa, kamu masih bernafas.
Harapan pasti ada, tapi lelah adanya bila mengharap.

Nggak apa-apa, satu per satu.
Lalu apresiasi hal-hal kecil. Masih bertahan, misalnya.

Tidak perlu didefinisikan, ini lebih sulit dari apa. Ini hanya sebuah jalan.
Ibarat track saat latihan dasar kepemimpinan, ketika kamu memilih suatu lintasan, kamu nggak tahu dimana pos 1, pos 2 dan pos-pos lainnya. You just have to walk straight and stand still. Garis finishnya ada, pasti ada.

Ayo dinikmati. Rehat sejenak, minum di telaga.
Rasakan saja, tangisi saja. Jikalau sudah habis sesak di dada, ayo jalan kembali.

Jalan cepat, jangan lari.
Sapa pohon-pohon di tepian. Mereka juga makhluk Tuhan.

Jika berpapasan dengan teman, jangan lupa beri salam.
Mengobrol untuk melepas lelah, tertawa untuk menghapus gundah. Kamu belum tahu saja, Tuhan juga bisa memberikan energi melalui percakapanmu dengan manusia.

Jangan lupa pula isi kotak ketenangan dengan mengadu mesra dalam sujud.
Bisa, kamu bisa, pelan-pelan. Jalan ini memang panjang dan tak mudah, tapi jangan cuma menang, akan lebih indah jika keberhasilan kita hias dengan cerita.

“Bagiku kamu hebat karena sudah berusaha sejauh ini. Kalau toh masih ada kurangnya, maklumlah, gak ada yang sempurna di dunia ini.” katanya.

“Aku bangga, kamu sudah bertahan”

You Might Also Like

0 comments